diceritakan,
metaforanya.
adanya si penulis seorang ini.
si penulis menulis cebis2 kata hati pada lembaran kertas pudar.
dengan kertas pudar, sipenulis membungkus batu2 kecil
dibuangnya jauh ke tengah laut
tenggelam ceritanya.
setiap cerita yang tenggelam,
laut menghembus angin sepoi
lembut menenangkan si penulis
ceritanya lagi
dasar laut sudah penuh dengan batu2
yang berbungkuskan cerita2nya si penulis
dan si penulis terasa selesa
ditenangkan angin laut setiap kali dia bercerita
di atas lembaran kertas pudar
dia bungkus batu2 kecil
dibuangnya lagi
angin sepoi lagi
hari2 dia datang di tepi laut
hari2 si penulis duduk
hari2 si penulis bercerita
tanpa sedar
hari2nya seperti dimakan laut
semakin dia hilang dari dunianya
berdamping laut.
dan laut menyimpan kisah nya
tapi laut tetap laut.
laut dan angin sepoinya
dan sipenulis mula sedar
si penulis hilang arah.
si penulis marah.
si penulis menangis.
si penulis bagai pengemis.
"laut tetap laut
laut dengan angin sepoi nya".
apa yang si penulis harapkan?
si penulis sendiri bingung.
dan dengan kebingungan itu,
akhirnya si penulis mengalah
dan dia tenggelam
bersama batu2 yang berbungkuskan cerita2nya
si penulis tenggelam ke dalam laut
kemudian si penulis timbul semula
kulitnya biru.
dan ungu.
laut pula
tetap laut dan angin sepoinya.
tetap laut dengan angin sepoinya.