sedang makan tertelan cabai,
lalu pedas tahap tersengal,
macam-macam karenah perangai,
panjang masa budi dikenal.
cabai pun cabai, saja dibalun,
biar peluh memang disuka,
beginilah sudah berjiran bertahun,
berbalah bermusuh bermuka-muka.
tertelan cabai sampai berpeluh,
masa melabur penat meneran,
sungguh sedih perasaan seluruh,
dunia sekadar menilai luaran.
cibai dimakan lagi katanya esok,
biarpun serik rasa mulanya,
yang cantik/baik, sopan/bersongkok
pastikah bukan biawak/buaya?
satu yang penting: semua sama
manusia baik/buruk perkara biasa
kenapa kesimpulan senteng saja
kenapa cabai pula yang terasa?
ps. mungkin akan dibaiki lagi.
ps2. mana pergi menghilang fikiran ?
ps3. It takes two to tango. When there are three, four or more (as some would have liked it, God knows why) it would be more of an unfair and pointless street fight where everyone is drunk. Metaphorically, that is.
So, why the hell do we still wana be drunk and fighting?